Ada 3 Kategori Teknik Pencarian Kunci Kriptografi:
1. KNOWN-PLAINTEXT ATTACK
Bebebrapa pesan yang formatnya terstruktur membuka peluang kepada kriptanalis untuk menerka plaintext dari ciphertext yang bersesuaian.
- Misalnya: From dan To di dalam email, "Dengan hormat", wassalam, pada surat resmi. #include, program, di dalam source code.
- Diberikan : P1, C1 = Ek (P1), P2,C2= Ek (P2),...., P1,C1= Ek (Pi)
- Deduksi: k untuk mendapatkan Pi+1 dari Ci +1= Ek (Pi+1)
Karena kriptanalis memiliki plaintext dan cipherteks yang berkoresponden. Plainteks mungkin diperoleh dengan memperlajari karakteristik pesan.
2. ANALISA STATISTIK
Pada jenis serangan ini, kriptanalis tidak mencoba-coba semua kemungkinan kunci tetapi menganalis kelemahan algoritma kriptografi untuk mengurangi kemungkinan kunci yang tidak mungkin ada.
Analisis dilakukan dengan memecahkan persamaan- persamaan matematika ( yang diperoleh dari definisi suatu algoritma kriptografi) yang mengandung peubah-peubah yang mempresentasikan plainteks atau kunci.
Asumsi yang digunakan: kriptanalis mengetahui algoritma kriptografi.
Untuk menghadapi serangan ini, kriptografer harus membuat algoritma kriptografi yang kompleks sedemikian sehingga planteks merupakan fungsi matematika dari cipherteks dan kunci yang cukup kompleks dan tiap kunci merupakan fungsi matematika dari cipherteks dan plainteks yang cukup kompleks.
Metode Analytical Attack biasanya lebih cepat menemukan kunci dibandingkan dengan exhaustive attack.
3. BRUTE FORCE ATTACK
Percobaan yang dibuat untuk mengungkap plainteks atau kunci dengan mencoba semua kemungkinan kunci ( trial and error).
Asumsi yang digunakan:
a. Kriptanalis mengetahui algoritma kriptografi
b. Kriptanalis memiliki sebagian plainteks dan cipherteks yang bersesuaian.
Caranya: plainteks yang diketahui dienkripsikan dengan setiap kemungkinan kunci dan hasilnya dibandingkan dengan cipherteks yang bersesuaian.
Jika hanya cipherteks yang tersedia, cipherteks tersebut didekripsi dengan setiap kemungkinan kunci dan plainteks hasilnya diperiksa apakah mengandung makna.
Misalkan sebuah sistem kriptografi membutuhkan kunci yang panjangnya 8 karakter, karakter dapat berupa angka (10 buah), huruf (26 huruf besar dan 26 huruf kecil) maka jumlah kunci yang harus dicoba adalah sebanyak
62x62x62x62x62x62x62x62 =628
Secara teori, serangan secara exhaustive ini dipastikan berhasil mengungkapkan plainteks tetapi dalam waktu yang lama. (Lihat Tabel 1)
Tabel 1. Waktu yang diperlukan untuk exhaustive key search (sumber: William Stallings, Data and Computer Communication Fourth Edition).
Ukuran
Kunci
|
Jumlah
Kemungkinan Kunci
|
Lama
waktu untuk 106Percobaan perdetik
|
Lama
waktu untuk 1012Percobaan perdetik
|
16 bit
|
216 = 65536
|
32.7 milidetik
|
0.0327 mikrodetik
|
32 bit
|
232 = 4.3 x 109
|
35.8 menit
|
2.15 milidetik
|
56 bit
|
256= 7.2 x 1016
|
1142 tahun
|
10.01 jam
|
128 bit
|
2128= 4.3 x 1038
|
5.4 x 1024 tahun
|
5.4 x 1018 tahun
|
Untuk menghadapi serangan ini, perancang kripto sistem ( kriptografer) harus membuat kunci yang panjang dan tidak mudah ditebak.
Selesaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..........................................................
Semoga blog saya kali ini bermanfaat untuk kalian yang lagi studi .rajin" baca blog saya ya.tunggu postingan aku berikutnya.
wassalamualaikum :)